MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN DOWN SYNDROME

Hay Psychofams kalian tau tidak setiap tanggal 21 Maret kita memperingati apa ?

Bagi kalian yang belum tau ternyata pada tanggal 21 Maret merupakan peringatan hari sindrom down atau down syndrome sedunia, nah kalian sudah pada tau belum tentang down syndrome dan sejarahnya ? kalau kalian belum tau berikut adalah penjelasannya.

Sejarah
Down syndrome pertama kali di ungkapkan pada tahun 1866 oleh seorang dokter berkebangsaan Inggris yang bernama John Langdon Down, merupakan hasil pengamatannya saat bekerja di sebuah lembaga yang mengurus orang dengan retardasi mental. Namun hasil pengamatan yang dilakukan oleh John Langdon Down baru dapat dibuktikan secara ilmiah pada tahun 1959 oleh Jerome LeJeune bahwa semua individu dengan gambaran khas tersebut memiliki cetakan ketiga (third copy) kromosom 21 sehingga individu tersebut memiliki 47 kromosom.
Penyebab
Menurut Buckley Down Syndrome merupakan kelainan kromosom yang disebabkan oleh adanya kelebihan kromosom ke-21 pada saat terjadinya pembuahan antara sel sperma dan sel ovum, penyebab lainnya adalah kelainan genetik berupa translokasi kromosom dan mosaik yang terjadi pada 5-10% kasus down syndrome.
Jumlah Penyandang
Menurut catatan Indonesia Center for Biodiversity dan Biotechnology (ICBB) Bogor, di Indonesia terdapat lebih dari 300 ribu anak pengidap down syndrome. Menurut hasil Risekdas pada tahun 2013 yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan menunjukan bahwa penyandang down syndrome pada usia 24-59 bulan telah meningkat dari 0,12% pada tahun 2010 menjadi 0,13% pada tahun 2013.
Seperti yang dikutip dari Tempo menurut WHO memperkirakan terdapat 8 juta orang yang mengalami down syndrome dengan pertumbuhan 3000-5000/tahun anak yang dilahirkan dengan mengalami down syndrome.
Masalah Kesehatan yang sering di alami
• Kelainan jantung
Kelainan jantung bawaan ditemukan pada 40%- 60% bayi dengan SD, berupa defek kanal atrioventrikular komplit (60%), defek septum ventrikel (32%), tetralogi Fallot (6%), defek septum atrium sekundum (1%), dan isolated mitral cleft (1%). 8,11 % Anak SD (sindrom down) dengan kelainan jantung bawaan berat yang stabil secara klinis dapat memberikan gejala berat setelah usia 8 bulan.
gangguan pendengaran
Anak SD (Sindrome Down) seringkali mengalami gangguan pendengaran, baik sensorineural maupun konduktif. semua bayi dengan SD perlu dievaluasi dengan Auditory Brainstem Response Test (ABR) atau dengan transient evoked otoacoustic emission test.

Nah sekarang kalian sudah lebih mengetahui tentang down syndrome, jadi kami harap apabila kalian memiliki tetangga,teman,atau saudara yang mengalami hal tersebut jangan malu serta menjauhi mereka ya karena mereka sangat membutuhkan kepedulian serta perhatian kita.

5/5
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on print
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *